Halaman

Jumat, 29 Agustus 2014

Perkenalan Gue Dengan Distro Linux

Selama ini gue pake komputer selalu Operating System-nya Windows n' Mac OS X. Tapi semenjak kuliah Teknik Informatika (TI) di Unika Soegijapranata, di tahun 2014 ini gue mulai berkenalan sama OS baru, yaitu Linux (Sebenarnya kernel, bukan OS. Distro-distro Linux sebagai OS-nya). Karena jurusan TI di kampus gue berbasis Linux, jadi mahasiswanya harus belajar pake Linux. Kalo dosen gue sebagian besar pake linux Ubuntu. Sedangkan PC di lab komputer pake linux Fedora. Ini bener-bener hal baru bagi gue dan sebagian besar temen yang juga satu jurusan, karena sebelumnya gak pernah pake Linux & dulu pas sekolah itu gue pelajaran TIK-nya cuma diajari Windows. Pas SMA pernah ada temen yang nawarin gue untuk nyoba pake Ubuntu, tapi waktu itu gue gak tertarik. Hehehe..

Di mata kuliah Fundamental Programming, kami diajari pemrograman bahasa C pake Terminal di Linux. Terminal ini sejenis Command Prompt kalo di Windows, jadi layarnya hitam. Pertama, dosen gue ngajarin bikin program klasik 'Hello World' pake bahasa C. Lalu beliau mengajarkan programming yang berhubungan dengan variabel angka. Tugas pertama fundamental programming di labkom itu membuat program menghitung luas persegi, luas segitiga n' luas lingkaran. Susah juga, karena aturan coding bahasa C ini lebih ribet daripada bahasa pemrograman yang gue pelajari sebelumnya, yaitu VB .NET dan PHP. Salah sedikit aja program bisa error, misal kalo gak pake kurung kurawal, gak ada tanda ; (titik koma) di tiap akhir baris command yang terkurung dalam kurung kurawal, salah ketik #include <stdio.h> int main() di bagian awal program, dsb. But I still like programming & wanna learn more.

Untuk belajar menggunakan Linux di rumah, gue berencana untuk dual boot Mac Mini gue sama Ubuntu 64-bit. Daripada gue beli CD kan mending gue download linuxnya aja gratis, terus gue bikin bootable USB pake software Unetbootin, habis itu di-install deh. Juga gue install aplikasi boot manager rEFIt. Setelah selesai bikin bootable USB di flashdisk gue, gue coba boot linux via USB tapi selalu gagal. Karena muncul error begini:
Error: Not Found return from legacy loader
Error: Not Found from LocateDevicePath
The firmware refused to boot from the selected volume. Note that external hard drives are not well-supported by Apple's firmware for legacy OS booting. 
Ubuntu



Kemudian gue coba berkali-kali tetep gak bisa install Ubuntu dari flashdisk. Tapi gue kagak menyerah. Gue coba install distro Linux yang lain, yaitu Fedora 20 Xfce Spin 32-bit, tetep aja error berkali-kali kayak gitu. Ok, kali ini gue nyerah memadukan Mac dan Linux di Mac Mini gue. Akhirnya gue mutusin untuk dual boot Windows 8 & Linux. Berbekal hard disk lama di PC Windows gue, di salah satu part HDD-nya (Hard Disk Drive), gue install Fedora Xfce Spin via USB, dan berhasil #yeaaahh #JingkrakJingkrak :D . Itulah pertama kalinya gue berhasil install OS sendiri. Sayangnya gue gak ngeset root password pas install dah mau selesai, jadi waktu restart & mau pake Fedora lagi gue gak bisa login as root di Terminal, karena gak tau root passwordnya apaan. Maka gue googling cara ngatasi problem ini, ternyata caranya itu login sebagai single user dulu untuk mengatur username & root password. Gue ikutin tuh tutorialnya di internet, hampir berhasil berkali-kali tapi gak bisa login sebagai single user.

Akhirnya gue format hard disk yang ter-install Fedora versi sebelumnya & beberapa part hard disk lain yang isinya juga Fedora gue delete di Disk Management di Windows. Lalu gue install Fedora 20 edisi Desktop (Gnome) 32-bit via bootable USB juga, tapi baru nyoba aja, belum sampe install Fedora-nya di hard disk. Karena dah terlalu malem waktu gue coba OS itu & gue ngantuk banget. Ya udah, kapan-kapan aja gue instal linux fedora ke HDD gue yang lama, HDD yang baru mah untuk Windows. Alasan gue milih Fedora GNOME ini karena tampilannya lebih bagus & modern dari Fedora Xfce Spin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar